Feeds:
Posts
Comments

PC Modding

Bagi yang doyan banget “ngoprek” PC (PC Modding), ada ajang buat mempertunjukan hobinya tersebut, salah satuanya ajang pameran IndoComtec.

Disana anda boleh melihat serta mengikuti kompetisi PC Modding, selanjutnya bawa pulang hadiahnya, lho?

Biasanya yang yang di”oprek” adalah bentuk casing yang konvensional menjadi “tidak biasa”; aquarium, gitar, ban mobil dll. Contohnya pc_modding seperti ini.

Saya sendiri memodifikasi casing dengan menambahkan FM TUNER ANALOG dibagian depan tempat dudukan cd-rom (nggak hebat-hebat amat sih! :) , sayang saya belum nampilin fotonya …, ntar lah.

Sebetulnya, fm radio bisa saja dipasang karena bisanya sudah include dengan tv tuner baik yang usb atau pci. Tapi kalo FM TUNER ANALOG kelebihanya adalah tidak memakan memori yang tentu saja tidak menggangu aplikasi, karena sifatnya hanya memasukkan output pada FM TUNER ANALOG ke input Saundcard, sedangkan sumber dayanya ngambil dari power supply.

Bahan-bahan:

  1. 1 buah FM TUNER, dibeli di toko elektronika jangan beli di toko pakaian. (iya lah!). harganya kira-kira 30.000 an.
  2. LED 2 buah untuk indikator “fm stereo” dan kondisi “on”.
  3. Saklar Togell 6 pin, untuk meng-on/off-kan radio.
  4. Kabel stereo bawaan cd-rom (buat cd audio), untuk nyambungin dari output radio ke input souncard.
  5. Konektor power supply buat hardisk/cd-rom 4 pin molex yang female (dipake yang warna kuning 12 volt).
  6. dan siapkan  juga perkakas seperti, obeng, tang, dll.

Skema:

Skema pengkabelan

    Ardhi Suryadhi – detikInettopologi dns

    Perkembangan aksi cybersquatting alias serobot-menyerobot nama domain .id dianggap masih rendah. Jumlahnya masih dibawah satu persen dari seluruh domain .id yang saat ini berjumlah 38.461.

    Hal itu diungkapkan Teddy Sukardi, Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) kepada detikINET di Gedung Depkominfo Jakarta, Jumat petang (22/6/2007).

    Cybersquatting di mata Teddy adalah orang mengambil suatu nama domain yang tidak berkaitan dengan dirinya untuk mendapatkan manfaat ekonomi pada saat nama tersebut diperlukan.

    Menurutnya, model cybersquatting ada dua macam. Pertama, cybersquatting yang menggunakan nama orang lain. “Nah dia udah tahu nih, ada nama orang yang bakal go publik misalkan dengan nama ‘ujang’, diambil lah nama ‘ujang.com’ sama dia, padahal namanya tidak ada hubungan sama sekali dengan nama ‘ujang’,” misal Teddy.

    Lalu jenis yang kedua adalah untuk nama-nama yang populer dan nama ini diperkirakan bakal ramai untuk dipakai. Seperti untuk nama organisasi, event ataupun komunitas.

    Teddy mengaku, Pandi sudah mempunyai data-data domain yang telah menjadi korban cybersquatting di Indonesia. Namun sayangnya ia enggan menyebutkan nama-nama domain tersebut.

    “Mereka tidak peduli mengambil dari nama apa saja seperti tokoh, organisasi ataupun yang lain. Cybersquatter lokal biasanya ambil domain co.id dan web.id, sedangkan kalau go.id mereka kan tidak bisa. Kita belum bisa menyebut siapa saja yang sudah diambil, tetapi yang pasti hal itu rawan karena telah ditunggangi,” tukasnya.

    Aturan Hukum

    Si pelaku, lanjut Teddy, juga dapat dikenai aturan hukum dispute resolution body baik dari pemerintah atau lembaga lainnya. Sehingga akan diputuskan siapa yang lebih berhak menyandang nama itu. “jadi percuma yang nantinya telah berupaya mengambil nama itu nantinya juga bakal rugi,” ujarnya.

    Namun di Indonesia masih belum ada suatu lembaga khusus yang mengatur ketentuan ini, dan sementara masih Depkominfo yang mengaturnya.

    “Indonesia akan dikeluarkan aturan untuk dispute resolution, tahun ini bisa selesai lah. Tapi untuk sementara boleh saja perkaranya dibawa ke pengadilan umum,” Teddy menandaskan.
    (ash/ash)

    Lathiefa Nur Ilma – detikInet

    logo wimdows vista

    Black hacker temukan cara untuk menjebol sistem aktivasi Windows Vista versi korporat. Pengguna nantinya bisa lolos dari mekanisme anti pembajakan Windows.

    Hacker telah mendistribusikan sebuah file yang diklaim mampu membuat pengguna Windows Vista versi korporat menghindari mekanisme anti pembajakan.

    Untuk diketahui saja, Vista memang dilengkapi dengan sistem anti pembajakan untuk mendeteksi apakah Windows yang dipakai bajakan atau tidak. Ini bagian dari usaha Microsoft untuk membatasi pembajakan software.

    Lebih lanjut Vista membutuhkan otorisasi dari Microsoft sebelum bisa digunakan. Untuk menyederhanakan tugas aktivasi dari banyaknya salinan Vista, Microsoft membuat tools khusus untuk pengguna korporat yang disebut Key Management Service (KMS). Tools tersebut akan memudahkan perusahaan menjalankan server otorisasi Microsoft dan mengaktivasi Vista tanpa harus terhubung ke Microsoft.

    Menurut para hacker, file tersebut memungkinkan pengguna lolos dari proses KMS dan mengaktivasikan setiap salinan Vista korporat. Pengguna juga bisa men-download VMware, duplikat dari server KMS untuk mengaktivasikan Vista baik untuk edisi Business maupun Enterprise.

    File penjebol ini punya nama cukup panjang, yaitu: ‘Microsoft.Windows.Vista.Local.Activation.Server-MelindaGates’, sudah tersedia di situs The Pirate Bay dan beberapa situs file sharing lainnya.

    KMS sendiri, seperti dikutip detikINET dari pcworld, Senin (11/12/2006), tersedia untuk pelanggan korporat yang memiliki 25 komputer atau lebih yang memakai Vista. Komputer mengaktivasikan software dengan menghubungkannya ke server KMS, dan harus diaktivasi ulang setiap 6 bulan.

    KMS bukan satu-satunya pilihan yang dimiliki perusahaan untuk mengaktivasi Vista dalam jumlah besar. Perusahaan juga dapat menghubungi Microsoft melalui telepon atau terhubung ke Internet untuk mengaktivasikannya.

    Sampai berita ini diturunkan, Microsoft masih belum mau angkat bicara perihal dijebolnya sistem aktivasi Vista.(dwn/dwn)

    Ada yang aneh sama produsen yang memproduksi dan menjual printernya, contoh, HP 3740 series atau yang lebih baru 3920, bentuknya fisik dan cartridgenya sama, cuman beda warna dan seri doang.

    Printer gue HP 3740 series

    Yang menarik, dulu kalo nggak salah aku beli printer ini Rp. 370.000,. kalo diitung-itung Cartridge yang item (27) harganya 150 ribu, dan yang warna (28) harganya 180.000,- . Dua Cartridge jadi Rp. 330.000,-, bodynya berarti Rp. 50.000,- (?) iya khan?.

    Lanjut …..

    sebenarnnya aku nggak ada masalah dengan printer yang satu ini (3740), Cartridge ok walaupun sudah disuntik sekian kali, tapi yang dengan satu lagi ( 3920) peringatan ink levelnya nggak bisa ilang. Mungkin pihak produsen pengen, kalo isi tinta abis beli Cartridge baru, wah … itumah bisa menguras isi kantong…

    Untungnya aku nemu pemecahannya disini, kalau aku praktekin caranya gini:

    1. hidupkan printer
    2. buka tutupnya
    3. ambil Cartridge dua-duanya (27&28) atau (21& 22), sebetulnya yang saya temuin itu buat 27&28.
    4. lihat gambar dibawah ini (27=21=item):Cartridge  warna (22 atau 28)
    5. pertama: tutup pin yang ditandai merah dengan selotip, lalu masukan ke printer, tunggu sampai proses berjalan, apabila ada pesan error “cuekin” aja. Lalu Cartridge cabut lagi.
    6. kedua: tutup pin yang ditandai biru, lalu masukkan ke printer tunggu sampai proses berjalan, sama dengan point 5. lalu Cartridge cabut lagi.
    7. udah …?
    8. buka selotip yang menutupi tanda merah dan biru lalu masukkan lagi ke printer.
    9. selesai

    untuk Cartridge warna (28=22=warna) langkahnya sama dengan Cartridge 27, cuma yang ditutup adalah pin yang di warnai biru

    posisinya beda. (perhatikan gambar berikut)
    saya udah cobain pake Cartridge 21&22, hasilnya … ink level nya jadi penuh lagi, alhamdulillah …

    ehh, perlu hati-hati saat menutup pin, jangan sampai pin yang lain ketutup. Thank.
    Komenarnya saya tunggu.

    Prolog …

    Alhandulillah, salawat dan salam atas Rasulullah, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua yang turut kepadanya.

    Puh… setelah seharian berkerja, baru sekarang bisa nulis disini. Akses internet dikantorku baru pulih.

    nulis pa lagi ya…

    ntar disambung lagi, wassalam.