Firman = tuhan, bingung gue …

Ini adalah tanya jawab di Yahoo Answer tapi udah dihapus sama admin separo

Benarkah perkataan kita tidak dapat mewakili diri kita??
http://id.answers.yahoo.com/question/ind…

copasan buat saya
@break12: Roh Kebenaran yang KELUAR DARI BAPA=dimana2 perkataan yg keluar dr saya bkn saya wlpun bagian dr sy. (Coba ganti perkataan dgn siulan). Dimana2 kl memisahkan diri berarti jd banyak.
berhubungan dengan pertanyaan diatas dan info terakhir dari @informan buat saya…..

kalau perkataan yang keluar dari kita bukan mewakili kita ,kenapa banyak kasus pencemaran nama baik yang berawal dari kata kata? kenapa orangnya yang dihukum bukan lidah atau perkataannya?? kalau dicoba diganti dengan siulan dan anda bersiul dengan keras didalam rumah sakit malam malam kenapa yang disalahkan anda bukan suara yang keluar tadi?????

dimana mana kalau memisahkan diri berarti jadi banyak.
itu yang bisa dilakukan manusia, katanya allah maha, bukan kah itu artinya melebihi yang bisa dibayangkan manusia?? kalau allah hanya bisa melakukan yang bisa dibayangkan manusia maka dia bukan allah yang maha kuasa dong?atau jangan jangan diciptakan manusia sehingga dibatasi oleh pikiran manusia ya?
saya pinjam istilah yang dipakai teman teman, dimana – mana tongkat kecil ya ndak bisa membelah lautan lah mas, bener tidak???

Tambah

kata – kata anda adalah hasil pikiran anda bukan?
kata anda adalah karakter anda bukan?
kata kata anda adalah pribadi yang ada dalam tubuh anda bukan?

kalau bukan berarti anda pembohong dan munafik dong karena yang keluar dan yang didalam tidak sama???

kalau sama artinya itu adalah anda yang sesungguhnya dong dengan karakter, cara pandang dan pola pikir yang anda ungkapkan melalui kata kata anda????

perkataan dan mengucapkan berbeda dalam hal definisi tetapi sama dalam hal hasil yang diberikan. perkataan yang mencaci didahului dengan mengucapkan kata kata yang mencaci bukan? bukankah hanya beda sebutan karena beda frame waktu saja?

kalau masalah trinitas, anda bisa mencermati lagi ayat tersebut karena KELUAR yang dimaksudkan disitu tidak pernah berarti “perkataan”.
saya setuju bahwa Allah Trinitas itu setara….
bukan mengesampingkan akal, hanya ilustrasinya seperti ini.
anda memiliki mainan lilin malam kan? nah coba anda pisah kemudian, apakah menjadi lilin malam – lilin malam??? tidak orang akan menyebutnya menjadi “dua bagian lilin malam” bukan??
nah dari yang menjadi dua itu, bisa ndak anda satukan kembali???? apakah yang menjadi dua tadi menjadi dua benda yang berbeda??? apakah dua benda yang kelihatan terpisah itu tidak setara (sama sama lilin malam)? apakh tidak dapat disatukan kembali kalau anda mau ? apakah kalau sudah disatukan anda bisa membedakan mana yang tadi lilin malam pertama mana yang kedua??????

Jawab ane:

Bisa mewakili kita, tapi bukan kita, kan mewakili artinya bukan kita loh. me-wakil-i kata dasarnya wakil.

Paragraf 2:

Sekali lagi (kata) bisa mewakili kita. Kenapa yang dihukum tidak perkataannya atau lidahnya, kalau lidahnya jelas bukan, karena lidah seperti juga bibir, kerongkongan, diafragma dll adalah sarana aja. Jelas KITA yg dihukum karena kita yang bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab terhadap perkataan siapa? jelas kita yg bertanggung jawab.

Tapi perhatikan definisi trinitas:
Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus merupakan bagian inti dalam ajaran Kristen. Posisi ketiganya SAMA TINGGI, atau SETARA. Ketiganya adalah satu dalam Roh dan juga benar-benar pribadi yang independent.

Perhatikan yg huruf kapital, sama tinggi dan setara.
artinya, Allah Bapa=Allah Anak= Allah Roh Kudus adalalah itu-itu juga apakah anda setuju?

Padahal akal akan menyebutkan bahwa perkataan tidak sama dengan yg mengucapkan. Lihat paragraf pertama.

Lanjuut …

COPAS <<<katanya allah maha, bukan kah itu artinya melebihi yang bisa dibayangkan manusia?? kalau allah hanya bisa melakukan yang bisa dibayangkan manusia maka dia bukan allah yang maha kuasa dong?atau jangan jangan diciptakan manusia sehingga dibatasi oleh pikiran manusia ya?>>>

Sampai sini saya setuju, dan saya seperti saya bilang (simpan dulu akalnya, kan begitu?). Berarti akal disimpan dulu jika ingin mengerti trinitas, begitu mas.

Terima Kasih

@slamet: Tuhan kan ESA. kalau dibahas lagi perhatikan ini:
Ketiganya adalah satu dalam Roh dan juga benar-benar pribadi yang independent.
Allah Bapa=roh
Allah Anak= roh
Allah Roh=roh
atau bagaimana? masing-masing kan independent.

kata – kata anda adalah hasil pikiran anda bukan? >>>> betul

kata anda adalah karakter anda bukan?>>>> betul (walau kadang-kadang tidak, jika lagi mengigau… kata2 dlm kurung jgn dihiraukan he he)

kata kata anda adalah pribadi yang ada dalam tubuh anda bukan? >>>>> anda bilang sama???? anda bisa tersenyum, kata-kata tidak bisa tersenyum, anda bisa melotot, kata-kata tidak bisa melotot. Beda kan???? alias tidak setara.
Bagaimana dengan ini:
Pribadi anda = Manusia  —> Benar atau salah?
Kata-kata = Manusia —-> Benar atau salah?

kalau bukan berarti anda pembohong dan munafik dong karena yang keluar dan yang didalam tidak sama??? >>>> Saya tidak berbicara “sifat dari perbuatan” karena bohong dan munafik adalah “sifat dari perbuatan” bukan sifat dari wujud.

kalau sama artinya itu adalah anda yang sesungguhnya dong dengan karakter, cara pandang dan pola pikir yang anda ungkapkan melalui kata kata anda???? >>>> kembali jawaban yang diatas.

perkataan dan mengucapkan berbeda dalam hal definisi tetapi sama dalam hal hasil yang diberikan. perkataan yang mencaci didahului dengan mengucapkan kata kata yang mencaci bukan? bukankah hanya beda sebutan karena beda frame waktu saja?>>>>> Sampai sini betul. Tapi kalau dalam hal berikut menjadi lain, bukan “perkataan dan mengucapkan” tapi “perkataan dan diri”. Karena diri tidak selalu berucap dan kadang diam tidak bicara. Apakah “diri yang diam” sama dengan “perkataan”? Tentu tidak kan?

kalau masalah trinitas, anda bisa mencermati lagi ayat tersebut karena KELUAR yang dimaksudkan disitu tidak pernah berarti “perkataan”.
saya setuju bahwa Allah Trinitas itu setara….
bukan mengesampingkan akal, hanya ilustrasinya seperti ini.

anda memiliki mainan lilin malam kan? nah coba anda pisah kemudian, apakah menjadi lilin malam – lilin malam??? tidak orang akan menyebutnya menjadi “dua bagian lilin malam” bukan?? >>>> Saya menyebutnya dua lilin malam yang terpotong. Harusnya ilustrasi anda memotong lilin menjadi tiga. Saya menekankan bahwa jika memisahkan diri itu menjadi lebih dari satu.

nah dari yang menjadi dua itu, bisa ndak anda satukan kembali???? >>>> bisa dong! walau nggak jadi sempurna karena ada bekas potongan.

apakah yang menjadi dua tadi menjadi dua benda yang berbeda??? apakah dua benda yang kelihatan terpisah itu tidak setara (sama sama lilin malam)? apakh tidak dapat disatukan kembali kalau anda mau ? apakah kalau sudah disatukan anda bisa membedakan mana yang tadi lilin malam pertama mana yang kedua?????? >>>>> Kalo boleh beri ilustrasi yang lain aja, karena dengan lilin menjadi dua pun, ilustrasi ini menjadi udah nggak bisa dipakai.

Terima Kasih

Lanjuuuuut…

Jika perkataan tdk mewakili diri kita mk itu disebut MUNAFIK/PEMBOHONG. >>> Setuju (seneng ya?)
==> perkataan adalah cermin dari apa yng kita pikirkan dan apa yg kita rasakan. (cermin, ya bolehlah)
==> Perkataan jg merupakan “penggambaran” atas apa yg terjadi pd diri kita. (penggambaran, bolehlah)

PERNYATAAN KATA(FIRMAN)=DIRI, SEPERTI BENER PADAHAL SALAH.
Ketika DIRI akan mengutarakan maksud, paling tidak ada 2 bahasa, verbal dan visual. Bahasa verbal yg formal adl kata-kata, Bahasa visual adl seperti tulisan, symbol dan bahasa tubuh (gerak). Jika diuraikan akan menjadi
DIRI->kata2->makna
DIRI->tulisan->makna
DIRI->symbol->makna
DIRI->gerak->makna
Jadi kata-kata seperti juga  tulisan, symbol dan gerak tubuh adalah WAKIL DIRI.
Jika kata-kata=DIRI dan DIRI=kata-kata, maka logikanya harus:
DIRI=manusia
kata-kata=manusia
Kalau begitu buatlah “wakildiri kita” itu sesuai dengan maksud kita supaya tidak MUNAFIK atau PEMBOHONG.
MUNAFIK/PEMBOHONG adalah “Sifat dari Perbuatan”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: