Takdir

Setiap orang yang lahir kedunia, mereka sudah bersaksi kepada Allah.(QS. Al-A’raaf : 172). Dan Allah juga sudah menetapkan jalan hidup kepada manusia ketika berumur 120 hari didalam kandungan.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ -٧:١٧٢

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Rosululloh bersabda:

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rizki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Setelah manusia lahir Allah telah memberi bekal, as-sam’a, al-absor, al-afidahda:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl: 78)

Apakah ada yang tahu bahwa seseorang itu beriman atau tidak????? -Apakah seorang anak yg lahir dari orang tua muslim yg ulama, kyai, ustadz dll dan dia muslim pada akhirnya akan selamat?????-Apakah seorang anak yg lahir dari orang tua kafir dan dia kafir pada akhirnya akan celaka?????

Tidak ada yang tahu. Ada istilah hunsul khotimah – su’ul khotimah.

Nasib mereka yg tidak beriman sampai ajal menjemput adalah celaka. Seperti disebutkan Allah sudah membekali manusia dgn semua sarana yg diperlukan. Makanya didalam Al-Quran Allah selalu menggambarkan dengan kalimat “apakah kamu tidak mempunyai akal?”, “kenapa kamu tidak memperhatikan?”, “kenapa kalian tidak mentafakuri?” dll.

Masalahnya banyak manusia yang mengingkari hati nuraninya ketika datang kebenaran. Mereka tertipu, mereka egois, mereka tidak mau tahu, mereka tidak mau menggunakan as-sam’a, al-absor, al-afidah. Sehingga pada akhirnya dia celaka.

Wallahu a’lam.

One response to this post.

  1. salamu’alaikum …
    dupi akang saha nya?

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: